Site Meter

Thursday, October 7, 2010

Ini dia gan, wajah Rasulullah SAW ( No Sara )


Hai para T-reader, ketemu lagi nie ( haha ), kali ini saya maw ngasih artikel tentang wajah sesungguh’a Rasulullah SAW. Eeittsss tenang dlu, jangan pada emosi gtu dong... ( hehe ). Sebelum baca artikel ini, tenangin diri klian dulu. Nnti, klo udh tenang, siapin kopi sama cemilan d dpan komputer ( hehe, biar gak pada bte bca’a.. ) ... Nah udah pada tenang blm??? Kalo udah, mending langsung aja deh k TeKaPe... ( hehe, biar gak klamaan . )



Rasulullah SAW memiliki wajah yang senantiasa ceria bersinar, menyimpan keagungandan kewibawaan. Setiap orang yg melihat’a pastiakan bergetar hatinya. Dan ini adalah salah satu mukzizat yang Baginda Rasul miliki, karna hal ini tidak akan dijumpai kepada orang-orang biasa seperti kita ini.

Keagungan beliau inilah yang oleh Hindun Binti Halah gambarkan tentang sifat-sifat Rasulullah, sebagai seseorang yang agung dan penuh dengan kewibawaan seperti yg di riwayatkan At-Tirmidzi.

Ali Karamahu Wajhah pernah berkata : “ siapa yang melihatnya sepintas, lalu pasti akan terpegun kerena kewibawaan’a.

Ketika Amer bin Ash menghadap Nabi Muhammad SAW untuk yg pertama kali’a, ia berkata : “ aku tak sanggup menatap wajah’a, kalau sekira’a orang bertanya kepadaku tentang sifat-sifat Nabi Muhammad SAW seraya’a aku tidak sanggup untuk menceritakannya karena mataku tidak sanggup menatap wajah beliau. “

SUBHANALLAH !!

Lain lagi dengan At-Tirmidzi, ia meriwatkan dari Ibnu Abi Halah, Bahwa Nabi Muhammad SAW tengah berbicara maka semua sahabat yang ada di sekeliling’a menjadi tenang. Sambil menundukkan kepala, seolah-olah kepala mereka sedang dihinggapi oleh burung.

Memang, sahabat Nabi tidak dapat menatap wajah Baginda dengan tajam, dikarenakan keagungandan kewibawaan beliau. Yang dapat menceritakan dan menggambarkan wajah Beliau hanyalah anak-anak kecil atau yang berada dalam asuhannya sebelum masa kenabiannya. Seperti Hindun Binti Abi Halah, dan Ali r.a.

Diceritakan dari Ali Mas’ud Albadriy tentang apa yang ia alami sendiri, “ tatkala aku sedang mengajar seorang hambaku, tiba-tiba ku dengar suara dari arah belakang. Mulanya aku tidak memperdulikannya karena amarahku sedang meluap kiranya itulah Rasulullah SAW setelah kutatap wajahnya maka tanpa kusedari cemeti yang yg ku pegang jatuh ke tanah, baginda berkata kepadaku: “Demi Allah.Tuhan dapat berbuat kepda dirimu melebihi dari apa yg engkau lakukan sekarang ini.” Maka dengan suara tersendat-sendat aku berkata:”Ya Rasulullah.Demi Allah aku tidak akan mengajar lagi hambalu ini sesudah ini.”

Ada seorg wanita namanya Qiblah binti Makhramah ia menuturkan: “ Aku pernah melihat Rasulluah SAW duduk dgn tekunnya tiba-tiba ada rasa takut menyelinap dalam hatiku, dan aku pun, menggigil ketakutan, kemudian terdenagar suara org berkata:” Ya Rasulullah ,Kesihan benar wanita itu, ia menggigil ketakutan terhadap dirimu.” Maka beliau yang tampan itu melihat diriku kerana aku berada di belakang punggungnya seraya berkata: Kasihan benar dirimu tenangkanlah hatimu.” Setelah kudengar perkataan itu,segera lenyap rasa takut dari hatiku. Adapun pancaran nurani yg menghiasi keindahan dan keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai yang tersebutpada sifat-sifat dan gambaran wajahnya, maka itu pun dalam erti yang hakiki.

Dalam sebuah hadits, seorang sahabat berkata bahwa pada suatu ketika di malam purnama yang terang benderang, ia berkali-kali memandang antara wajah rasulullah SAW dan rembulan. Maka, didapatinya, bahwa wajah Rasul terkasih adalah lebih indah dari rembulan, subhanallah. Mahasuci Allah yang telah menempatkan kita di bumi-Nya yang terhampar luas. Maha Agung Ia yang memikulkan di atas pundak kita, amanah untuk menjadi pemakmur bumi, Maha Terpuji Keadilannya, yang telah memberi kita dua bekal utama, kitab yang berisi wahyu-wahyu-Nya, dan manusia yang menjadi rasul-rasul-Nya. Rasul adalah utusan Allah. Ia manusia biasa, sebagaimana juga yang lainnya. Keberadaannya adalah agar manusia tahu, bagaimana mesti bersikap selama di dunia. Hidup kita, sesungguhnya adalah masalah. Ketika kita menerima kesepakatan dengan Allah SWT, untuk lahir ke dunia, maka masalah dimulai. Sepanjang hidup, kita dirundung olehnya. Bahkan kematian, bukanlah akhir dari masalah. Justru kematian adalah gerbang pembuka menuju masalah terbesar yang mesti kita hadapi, yaitu perhitungan dengan Allah, untuk ditentukan kemana kita menghabiskan waktu selamanya. Di neraka, lembah kebinasaan tak berkesudahan.

Hidup memang masalah. Banyak kesulitan melanda, tidak sedikit celah keputus-asaan menganga. Namun manusia beruntung, sebab Allah Mahaadil. Hidup memang susah, namun Allah membuatnya mudah, yaitu dengan mengutus Rasul-rasul-Nya. Dan tidak kami utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam. (Q.S. Al Anbia [21] : 107). Kita yang hidup di akhir zaman, mendapat tantangan luar biasa berat. Melaksanakan amanah untuk menjadi khalufatul fil ardl, bagai menggenggam bara panas. Akan tetapi semua itu telah ada dalam perhitungan Allah, sehingga untuk hamba-hamba-Nya diakhir zaman, Allah utus seorang Rosul mulia, yang seluruh sifat yang ada pada Rosul-rosul sebelumnya. Kecerdasan Nabi Daud, ketabahan Nabi Ayyub, Ketampanan Nabi Yusuf, kedermawanan Nabi Ibrahim, dan seterusnya. Dialah Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah, amat pemurah akan senyum. Seorang sahabat mengatakan bahwa tak pernah Rasulullah memandang (tentu saja sahabat yang bercerita ini adalah dari kalangan lelaki, sebab Rasulullah amat menjaga diri dari perempuaan non muslim,sekalipun hanya dari melihatnya) atau mendatanginya, melainkan senantiasa dengan tersenyum. Bibir tipisnya senantiasa menyungging indah, lahir dari keinginan tulus membahagiakan orang lain.

Seorang lelaki bertanya kepada Albarra? bin Azib ra : “Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang, apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?), maka menjawablah Albarra? bin Azib ra : “Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).

Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :“wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297), demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan : “seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam Tirmidzi), demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah”.

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba?I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi saw :“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.

Dari Abi Jahiifah ra : “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih Bukhari hadits no.3360).

Berkata Anas ra : “Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368). “Kami tak melihat suatu pemandangan yg lebih menakjubkan bagi kami selain Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar, maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu, maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).

“Dan beliau saw itu adalah manusia yg terindah wajahnya, dan terindah akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) . “Dan beliau saw itu adalah manusia yg termulia dan manusia yg paling dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).

Dari Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan, dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).

SUBHANALLAH, memang Rasulullah itu adalah mahluk yang paling mulia di muka bumi ini...

Gmana gan?? No Sara kan?? hehe...

Ywdah, kaya’a cemilan’a udh abiz tuh. Lebih baik, ambil lagi, dan baca artikel saya yg lain’a deh... haha..

Sampai bertemu lagi...


Sumber: www.majelisrasulullah.org

0 Komen:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
MMORPG Games - MMORPG List - Video Game Music