Site Meter

Sunday, November 7, 2010

WARGA GUNUNG MERAPI MINTA ADANYA BILIK ASMARA UNTUK BERCINTA

Hai para T-reader, jumpa lagi bersama saya. bagaimana kabar kalian, sehat semuanya kan??kali ini saya memiliki berita yang datangnya dari para pengungsi letusan Gunung merapi. saya turut berduka cita atas kejadian yang menimpa saudara kita di sana.. untuk lebih jelasnya, langsung saja kita ke TEKAPE...

PASOKAN
 logistik bagi para pengungsi Gunung Merapi dinyatakan aman. Namun, masalah di barak pengungsian Klaten belum juga berakhir. Sebab, banyak pengungsi yang mengeluhkan tak bisa menyalurkan hasrat biologis saat berada di barak pengungsian. Tak sedikit di antara mereka yang mendesak pemkab agar menyediakan bilik asmara. 

Seperti yang dikeluhkan Bunga (nama samaran), 18, pengungsi yang menikah pada Mei 2010. Dia bersama suaminya sejak Selasa (26/10) ikut mengungsi di Pos Pengungsian Desa Kaputran. Sejak saat itu, dia belum pernah melakukan hubungan intim dengan suaminya.

"Padahal, saat ini saya mengandung sehingga bingung untuk menyelesaikan masalah yang satu ini. Kami kan termasuk pengantin baru. Jadi harus menahan dulu untuk melakukan hubungan suami istri," ujarnya kemarin.

Tidak hanya pengantin baru yang membutuhkan bilik asmara. Pengungsi yang yang sudah menikah belasan tahun ternyata juga menginginkan hal yang sama. Terutama mereka yang sedang memiliki program menambah anak.

Seperti yang disampaikan Sur, 40, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Kebetulan istrinya sedang hamil lima bulan. "Mau bagaimana lagi, Mas. Namanya juga di tempat darurat. Tentu tidak bisa melakukan hubungan intim di sini. Kalau pulang, juga tidak akan tenang sehingga saya hanya dapat menahan keinginan tersebut," ungkapnya.

Harapan para pengungsi mendapatkan bilik asmara ternyata belum bisa segera terealisasi. Sebab, Satkorlak Penanggulangan Bencana Klaten (PB) memang belum merencanakan pembuatan bilik tersebut.

Seperti yang disampaikan Bupati Klaten Sunarna kemarin saat meninjau pengungsi di Desa Keputran. Dia menegaskan, bilik asmara dibuat jika waktu mengungsi berlangsung sebulan atau dua bulan. Namun, saat ini hal itu belum menjadi kebutuhan mendesak. "Kan di sekitar pengungsian mereka memiliki saudara atau teman. Tinggal disampaikan saja keinginan untuk meminjam tempat, selesai. Kami belum akan membuat bilik asmara," ungkapnya.

Dia menambahkan, kebutuhan biologis tersebut diakui penting. Namun, Sunarna meminta pengungsi menahan untuk beberapa hari ke depan hingga status Merapi sudah  diturunkan. "Kalau memang sudah kebelet, bisa meminjam rumah warga sekitar. Pengungsi harus dapat menyesuaikan dengan kondisi darurat yang ada sekarang," katanya

1 Komen:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
MMORPG Games - MMORPG List - Video Game Music